Selasa, 17 Mei 2011

Survei yang dilakukan Indo Barometer

Survei yang dilakukan Indo Barometer mengungkapkan hal yang mengejutkan. Kerinduan masyarakat akan masa pemerintahan Orde Baru cukup tinggi. Sekitar 40,9 persen responden Indo Barometer memilih Orde Baru. Mereka menilai era Orde Baru lebih baik dari jaman reformasi ini.

Banyak yang ragu dengan survei itu. Sebab tahun yang dibandingkan tidaklah sepadan. Dengarlah kritik Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi atas survei itu. Jika kinerja Soeharto disurvei pada tahun 1998, kata Mahfud, hasilnya pasti sangat buruk. Soeharto super gagal. Artinya, tahun survei menentukan presepsi responden.

Ada yang meragukan survei itu, ada pula yang meyakininya. Sejumlah kalangan menilai bahwa survei itu sendirilah yang mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi menegaskan bahwa survei tersebut mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi berkurang. Jika partai lain masih sibuk saling bantah soal survei ini, Gerindra, yang didirikan mantan menantu Soeharto, Prabowo Subianto itu memilih mempelajari survei itu, lalu memakainya sebagai strategi di Pemilihan Umum 2014 mendatang.

"Kami juga nantinya akan membaca survei-survei tersebut dengan rinci. Kami akan menutupi kelemahan pemerintah, agar di Pemilu 2014 nanti dapat berjalan dengan lebih baik,'' kata Suhardi saat dihubungi media, 17 Mei 2011.

Selama ini, sosok pendiri dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sering dikaitkan dengan pemerintahan Orde Baru. Walau tidak berusaha membantah anggapan itu, Suhardi mengatakan Prabowo dan Gerindra akan mengambil sisi positif dari sejumlah Presiden yang pernah memimpin Indonesia, termasuk Soeharto.

"Sosok Prabowo dapat mengkombinasikan antara sosok Soekarno yang mempunyai slogan mandiri atau berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) dengan sosok Soeharto yang berhasil menciptakan swasembada pangan," ujar Suhardi. "Akan kita ikuti, namun yang baiknya saja," lanjut dia.

Dalam hal swasembada pangan, Suhardi menganggap Prabowo mempunyai program untuk mengedepankan petani sebagai sumbu ekonomi nasional. Sehingga, akan terjadi swasembada pangan, yang juga merupakan salah satu keberhasilan di era Soeharto.

Prabowo, lanjut Suhardi, akan menjadikan Indonesia sebagai macan Asia. "Saya rasa kita pun bangga negara kita menjadi macan asia," ucapnya.

Suhardi juga menambahkan, ada atau tidak ada survei tersebut, Gerindra tetap melakukan pembangunan di sektor infrastruktur khususnya di pedesaan dan pembangunan di sektor pertanian. Demikian Catatan Online yang berjudul Survei yang dilakukan Indo Barometer.

Sabtu, 14 Mei 2011

Wajib menang!

Wajib menang! Kata itu menjadi harga mati bagi tim PSM Makassar saat menjamu Cendrawasih Papua di Stadion Andi Mattalatta, malam ini. Impian bertengger di papan atas saat paruh musim nanti bakal terwujud jika tiga poin kembali sukses diamankan. Skuad Juku Eja julukan PSM punya motivasi ganda hari ini. Selain menambah poin untuk mencapai target bertahan di posisi lima besar, bonus kemenangan pun sudah menanti di depan mata.Ya, pihak konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI) secara resmi telah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang pembayaran bonus pemain setiap timnya menang dalam pertandingan.

Keputusan tersebut sudah disampaikan resmi kepada semua manajemen klub peserta kompetisi yang dirintis pengusaha Arifin Ponigoro ini. “Kami sudah mendapat SK dari LPI soal pembayaran bonus setiap kali menang. Bonus itu terhitung sejak Januari 2011 dan akan dibayarkan dalam waktu dekat,” ujar Managing Director PSM Husain Abdullah kemarin. Kemarin, Husain sudah berada di Jakarta untuk mengurus pencairan bonus para pemain. Bonus kemenangan itu akan diumumkan resmi oleh Chief Executive Officer (CEO) PSM Andi Ilhamsyah Mattalatta kepada tim hari ini.

Husain menjelaskan,setiap pemain tidak akan mendapat nominal bonus yang sama,melainkan dihitung sesuai data statistik produktivitas pemain.“Berapa kali main,cadangan atau inti, terus produktivitas dan kontribusinya untuk tim, semua dihitung. Mudah-mudahan cepat rampung dari tim pelatih. Setelah itu baru diketahui berapa jumlahnya,”tuturnya.

Dia berharap dengan adanya bonus dari LPI,pemain makin termotivasi memenangkan laga malam ini. Pasalnya, jika hasilnya seri atau kalah,bonus terhitung hangus. “Mau laga kandang atau tandang, pokoknya harus menang kalau dapat bonus,”tandasnya. Asisten Pelatih PSM Liestiadi juga mengaku telah mendapat pemberitahuan dari manajemen PSM.Dengan begitu,ada motivasi ganda bagi tim untuk memenangkan laga malam ini. “Tadi saya diberi tahu manajemen. Itu kabar gembira untuk tim,” ungkapnya saat konferensi pers di Resto Djuku Wisma Kalla,kemarin.

Pelatih PSM Wilhelmus ‘Wim’ Gerardus Rijsbergen juga menyambut gembira kabar tersebut. Pasalnya, semangat bermain anak asuhnya kian terpacu dan membuka peluang kembali menenangkan laga malam ini. Di sisi lain,Wim juga tidak lagi khawatir bakal didepak manajemen jika tak mampu membawa PSM ke posisi lima besar saat paruh musim nanti. “Suasana tim sangat kondusif. Ditambah lagi kabar ada bonus menang, tentu makin memacu semangat tim,”ujarnya.

Soal persiapan Andi Oddang dkk,dia mengaku seluruh pasukannya siap tempur.Latihan dalam beberapa terakhir juga cukup maksimal,kendati harus dibayangi dengan cederanya beberapa pemain dan yang terganjar akumulasi kartu. Pelatih berkebangsaan Belanda ini pun tetap menggunakan pola lama, yakni 4-4-2 dalam menjamu tim Gold Paradise–– sebutan Cendrawasih Papua.

Hanya, terdapat pemain baru yang dimasukkan,seperti Fandy Edy yang disiapkan mengganti Satrio Syam yang terganjar akumulasi kartu. Begitu juga Jecky Pasarela yang disiapkan mengganti Fadly M yang menderita cedera panjang. Di barisan pertahanan, Fandy Edy diplot sebagai bek kiri membantu dua stoper asing, yakni Goran Subara dan Kwon Jun.Sementara bek kanan akan diisi Supriyono yang juga sebagai kapten tim. Di lini tengah, Jecky Pasarela akan membantu duet kreator asing, yakni Richard Knopper dan Srecko Mitrovic.

Di kiri, mantan kapten tim Andi Oddang yang bakal diplot. Sementara di lini depan, Wim kemungkinan masih memercayakan tandem M Rahmat dan Marwan Sayedeh. Tim tamu tak ingin sesumbar dalam laga tandangnya kali ini. Akan tetapi, mereka tetap mematok target realistis yang berakhir seri dan membawa pulang satu poin. “Satu poin saja sudah sangat cukup jika bisa dipetik dari PSM. Kami tahu PSM ini bukan tim biasa.

Mereka bahkan kami anggap paling berbahaya di antara klub di LPI,” ungkap Manajer Cendrawasih Papua Benny Jansenem kemarin. Sementara itu,Pelatih Cendrawasih Papua Uwe Erkebrecher mengaku tak gentar menghadapi PSM. Untuk meraih satu poin, satu-satunya instruksi yang mujarab adalah memaksimalkan pertahanan. Demikian Catatan Online yang berjudul Wajib menang!.
 
 
Copyright © 2015 Catatan Online All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho