Rabu, 28 September 2011

Pemkab Maros menuntut kompensasi

Ping dari Catatan Online untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah dalam topik Pemkab Maros menuntut kompensasi. Pemkab Maros menuntut kompensasi kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar atas penggunaan air dari Bendung Leko Pancing sejak 1975. Bupati Maros HM Hatta Rahman menuturkan, selama ini PDAM Makassar hanya mengambil air dari Bendung Leko Pancing.

Sementara penduduk Maros yang berdomisili di sekitar Bendung Leko Pancing, tidak menikmati air. “Jadi, permintaan kompensasi itu merupakan hal yang wajar. Kalau mereka menjual air Rp2.500 per kubik kepada pelanggan, Maros harus mendapatkan sekitar Rp100 per kubik,” ungkap dia saat ditemui di ruang kerjanya,kemarin.

Permintaan kompensasi itu baru memasuki tahap pembicaraan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Sekiranya permintaan kompensasi itu tidak disetujui, Pemkab Maros akan membuat bendungan di atas Bendung Leko Pancing. Dia bersikeras, tidak ada yang berhak melarang pembuatan bendungan di atas Bendung Leko Pancing karena masuk dalam wilayah Maros.

Kalau kompensasi itu terpenuhi, kami hanya akan membangun bendungan di bawah Bendung Leko Pancing. “Bendungan di bawah itu akan disalurkan kepada petani melalui saluran pelimpah. Ini yang perlu dibenahi karena bila musim kemarau seperti sekarang ini, saluran pelimpah itu tidak berfungsi,”ujarnya.

Dia menegaskan, secara logika air dari Bendung Leko Pancing jangan digratiskan. Pajak yang selama ini dibayarkan kepada Pemprov sebesar Rp15 juta itu tidak relevan dengan kondisi yang ada. Pasalnya, Bendung Leko Pancing telah mengaliri sebagian Kota Makassar.

“Kantor pemda saja membayar Rp50 juta ke PDAM untuk air. Masa iya air untuk seluruh masyarakat Makassar hanya dibayar Rp15 juta selama setahun,”katanya. Sementara itu, beberapa waktu lalu, anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Wawan Mattaliu menilai, Pemkab Maros tidak tegas mengusut pemanfaatan Bendungan Leko Pancing.

Padahal, bendungan yang berada di Kecamatan Tanralili selama ini, sumber airnya dimanfaatkan PDAM Makassar. Sedangkan,masyarakat Maros yang berdomisili di sekitar bendungan itu juga butuh air, baik kebutuhan air bersih maupun untuk irigasi pertanian.

“Seharusnya Pemkab Maros menempuh jalur hukum jika Pemkot Makassar tetap bersikeras tidak ingin menyerahkan bendungan itu. Pemkab Maros punya dasar yang cukup jelas mengajukan tuntutan secara hukum,”ungkap Wawan.

Dia menuturkan, seharusnya Pemkab Maros menunjukkan sikap tegas untuk mengambil alih pemanfaatan Bendung Leko Pancing. Apalagi, pada musim kemarau seperti saat ini banyak penduduk yang kekurangan air bersih.“ Jangan hanya sebatas argumen,” tandasnya.

Dasar yang dimiliki Pemkab Maros, yaitu Bendung Leko Pancing berada di wilayah Kabupaten Maros. Jadi, Pemkab Maros memiliki kewenangan penuh mengelola potensi sumber airnya untuk kepentingan dan kesejahteraan warganya. Ketentuan ini berdasarkan Undang-Undang (UU) No 7/2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Selain itu, dikuatkan UU No 41/2008 tentang Air Tanah. Pada Pasal 25 menyebutkan mengutamakan penggunaan air permukaan di wilayah sungai yang bersangkutan. “Dengan demikian, apa yang telah dilakukan Pemkot Makassar selama ini sudah menyalahi regulasi aturan perundang- undangan. Khusus pengelolaan sumber air Leko Pancing dimonopoli PDAM Makassar,” ucap Wawan.

Wakil Komisi II DPRD Maros Akbar Endra menuturkan, Dewan telah merekomendasikan Bupati Maros segera menutup Bendungan Leko Pancing untuk sementara. DPRD juga meminta dengan tegas kepada Bupati mengajukan tuntutan kepada Pemkot Makassar dalam hal ini PDAM Makassar ke jalur hukum.

“Sudah jelas, masyarakat Maros menangis kekurangan air saat musim kemarau, padahal sumber air ada di depan mata dan tidak bisa dimanfaatkan. Ini namanya sudah perampokan, kami menilai PDAM Makassar telah melecehkan Pemkab Maros, ”pungkasnya. Dan terakhir Ping untuk Blogger Indonesia.

Kamis, 22 September 2011

Mantan Sekertaris Daerah

Mantan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) Andi Talletu Umar Pangeran, tersangka utama kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) 2004-2009 dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) 2,5 tahun penjara.

Andi Talletu Umar Pangeran juga dituntut ganti rugi Rp1,5 miliar karena diduga telah terbukti menikmati uang korupsi yang merugikan negara sebesar Rp4,1 miliar.Tuntutan penjara untuk mantan Sekda Lutim tersebut pula, ditambah dengan denda Rp50 juta atau subsider 3 bulan kurungan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Malili Ivone D Mandung yang membacakan tuntutan tersebut kemarin mengatakan, Telletu Umar Pangeran telah terbukti menikmati uang hasil korupsi selama ia menjabat sebagai Sekda di Lutim.”Itu yang memberatkan dia,”ujar Ivone.

Ivone menuntut Telletu Umar Pangeran dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang- Undang No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Penasihat Hukum Telletu Umar Pangeran, Faisal Silenang mengatakan, tudingan JPU masih harus dipertanyakan.

”Saya juga heran dengan adanya kewajiban ganti rugi hingga Rp1,5 miliar, padahal Sekda tidak pernah menikmati uang tersebut,”ujar Faisal. Demikian catatan online yang berjudul Mantan Sekertaris Daerah.

Minggu, 11 September 2011

Presiden Amerika Serikat Barack Obama

Ping dari Catatan Online untuk keyword Jasa Export Import dalam topik Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji bahwa AS tidak akan goyah sedikit pun dalam memerangi terorisme.

Hal yang sama disampaikan pendahulunya bahwa AS tidak akan pernah lupa pada tragedi 11 September dan para pahlawan yang membantu mempertahankan negara.

Peringatan 10 tahun tragedi mematikan itu hingga kini masih terpatri dalam ingatan kolektif masyarakat AS. Warga AS di seluruh negeri memberi penghormatan kepada mereka yang menjadi korban teroris pada 11 September.

Di New York dan Washington, misalnya, polisi meningkatkan keamanan dan kewaspadaan karena peringatan 10 tahun tragedi ini masih di bawah ancaman teror.

Kerabat para korban 11 September berkumpul di Shanksville, Pennsylvania, di mana mantan Presiden AS George W Bush dan Bill Clinton, serta Wapres AS Joe Biden memperingati korban pesawat United Airlines 93 yang dibajak teroris.

Bush memberi penghormatan kepada 40 penumpang dan kru pesawat yang membantu mencegah bencana lebih lanjut ketika teroris yang membajak pesawat itu berencana menabrakkan pesawat ke Gedung Capitol. Bush mengatakan, tragedi 11 September masih meninggalkan rasa sakit pada keluarga korban.

”Dalam rentang waktu satu dekade, tragedi 11 September dirasakan dalam era berbeda. Namun, bagi keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, beberapa di antaranya bergabung dengan kita di sini, 11 September tak pernah dapat dilupakan,” kata Bush.

”Peristiwa itu masih terasa sangat kuat dalam ingatan dan juga rasa sakitnya. Amerika berbagi kesedihan dengan Anda. Amerika Serikat tak akan pernah melupakan tragedi 11 September,” kata Bush.

Sejumlah peringatan 10 tahun peristiwa 11 September digelar di beberapa kota di AS pada hari Minggu (11/9/2011) ini.

Hari Sabtu, Obama bertemu dengan tim keamanan nasional, meninjau upaya-upaya mengurangi ancaman teroris potensial.

Tak ada perubahan rencana. Obama menghadiri upacara di Ground Zero di New York dan Shanksville hari Minggu.

Hari Sabtu, Bush bergabung dengan Menhan Leon Panetta dan Kepala Pertahanan era Bush, Donald Rumsfeld, pada upacara peletakan karangan bunga untuk menghormati pekerja Pentagon dan penumpang pesawat yang meninggal di sana.

New York menggelar beberapa kegiatan, salah satunya warga bergandeng tangan membentuk rantai melalui kawasan Manhattan untuk memperingati 343 petugas pemadam kebakaran yang tewas di World Trade Center.

Presiden AS Barack Obama menegaskan bahwa terorisme tidak akan pernah menang. ”Sepuluh tahun lalu, warga biasa Amerika menunjukkan kepada kita arti keberanian yang sebenarnya ketika mereka menaiki tangga, menembus kobaran api, juga masuk ke dalam kokpit pesawat,” kata Obama yang disiarkan di radio dan internet.

”Kami akan melindungi negara yang kami cintai ini dan membuat negara ini lebih aman, lebih kuat, dan lebih makmur hingga ke generasi berikutnya,” kata Obama, ”hari ini Amerika kuat dan Al Qaeda terkalahkan.”

Di London, mantan PM Inggris Tony Blair, yang memainkan peran kunci dalam menanggapi serangan 11 September, mengatakan, kekuatan Barat harus dipuji untuk mengurangi ancaman teroris. Blair mengingatkan para pemimpin dunia untuk tetap waspada.

”Saya pikir kita telah menghancurkan jaringan Al Qaeda,” kata Blair kepada radio BBC, ”namun, saya tidak berpikir ini sudah berakhir. Saya kira kaum Islam radikal yang membentuk kelompok teroris, masih bersama kita saat ini.”

Amerika Serikat memimpin invasi ke Afganistan setelah serangan 11 September 2001 dan menggulingkan Taliban yang dituduh menyembunyikan otak serangan 11 September Osama bin Laden. Namun, kelompok Islam itu bersikeras ”tidak memiliki peran apa pun dalam serangan 11 September”. Demikian Catatan Online yang berjudul Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
 
 
Copyright © 2015 Catatan Online All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho