Minggu, 13 Mei 2012

Angka Perceraian Pegawai Negeri Sipil

Angka perceraian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Palopo dalam dua bulan terakhir mengalami peningkatan, atau sekitar 64% perempuan mengajukan perceraian ke Pengadilan Agama (PA) setempat. Hal itu mengundang keprihatinan sejumlah pihak di daerah tersebut,salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Palopo HM Jaya sebagai pembina kepegawaian di Palopo.

Sesuai data yang ada, sekitar 64% PNS perempuan mengajukan cerai. Kita sangat pri-hatin karena angka perceraian PNS meningkat setiap bulannya,” kata HM Jaya dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahmah di Hotel Agrowisata Latuppa, kemarin.

Sepanjang bulan April hingga Mei ini, sebanyak 19 kasus perceraian PNS. Rinciannya, sebanyak 14 kasus telah diputus di PA Palopo dan masih ada lima kasus yang sementara dalam proses mediasi di Badan Inspektorat Kota Palopo. “Pemkot tidak menginginkan PNS bercerai,makanya selalu diupayakan mediasi beberapa kali agar perceraian tidak berujung ke PA,”katanya.

Terpisah, peningkatan angka perceraian juga diakui Kepala Inspektorat Palopo Darmo Junaid Menurutnya, peningkatan persentase itu terjadi sejak 2007 hingga saat ini. Beragam alasan PNS mengajukan cerai, terutama PNS perempuan, yakni masalah kesejahteraan keluarga, dimana kewajiban suami atau istri kurang terpenuhi, faktor cemburu atau hadirnya orang ketiga, miskomunikasi, dan lain-lain.

“Masalah cemburu pemicu utama banyaknya PNS perempuan menggugat cerai suaminya di Palopo,bahkan sebanyak 14 kasus perceraian PNS Palopo dalam April-Mei ini telah diputus di PA Palopo,”katanya. Sementara itu, Kabag Kesra Sekretariat Daerah Palopo Baso Sulaiman yang juga Ketua Panitia Workshop menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan program kerjanya, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, terutama PNS Palopo.
 
 
Copyright © 2015 Catatan Online All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho