Jumat, 29 Juni 2012

Italia Tidak kehilangan Seni Bertahan

Timnas Italia tidak kehilangan seni bertahan meskipun mereka merubah gaya "cattenaccio" dan mengadopsi gaya permainan yang lebih menarik. Pada kemenangan 2-1 atas Jerman pada Kamis, yang meloloskan Italia ke final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol di Kiev, Minggu, gaya permainan Italia ditemukan saat latihan di Old Lady, Turin.

Saat "Super" Mario Balotelli mencengangkan dunia dengan dua golnya, dan Andrea Pirlo bermain apik di lini tengah, lini pertahanan Italia, yang dibentengi oleh kapten Gianluigi Buffon, juga bekerja dengan baik. Demikian diberitakan Reuters yang dipantau oleh ANTARA News di Jakarta, Jumat.

Empat pilar pertahanan Italia, Buffon, Giorgio Chiellini dan pasangan bek tengah Leonardo Bonucci dan Andrea Barzagli, telah membawa Juventus menjadi tak terkalahkan dalam musim liga tahun ini sehingga menjadi juara liga Seri A Italia.

Ikatan Juve tersebut tidak putus walau ada orang kelima, Federico Balzaretti, pemain bertahan yang baru membela timnas 11 kali dan bermain untuk Juventus dalam 50 pertandingan sebelum dijual pada 2007.

Bukan kebetulan juga jika Pirlo sekarang memakai seragam putih hitam membela Juventus setelah sekian lama berkarir bersama AC Milan.

Pada Piala Eropa 2012, Italia baru kebobolan tiga kali dalam lima pertandingan, sekali saat melawan Spanyol, kemudian sekali saat melawan Kroasia dan saat pertandingan hidup-mati pada Kamis lewat tendangan penalti.

Chiellini merupakan pemain bertahan yang baik, namun ia tidak sendirian bermain untuk membuktikan kemampuannya. Pemain berusia 27 tahun itu, memenangi pertandingan melawan Jerman dalam tempo permainan cepat mereka, setelah pulih dari cedera paha yang memaksanya absen di laga perempat final melawan Inggris.

Senin, 11 Juni 2012

Pembangunan Jalan Arteri

Pembangunan jalan arteri dari Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju hingga ke Pelabuhan Belang-Belang mulai ditender pada Oktober mendatang. Proyek ini bernama Multy Moda Access Road (MMAR),salah satu program yang masuk dalam blue book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pada bulan yang sama, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) akan menjajaki kerjasama dengan Rusia untuk pembangunan rel kereta api dari Parepare hingga Mamuju. Sebelumnya, Sulsel sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu investor asal Rusia.

”Karena itu kami akan berusaha untuk menyambungnya dari Parepare hingga Mamuju,” kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, kemarin. Selanjutnya, kata Gubernur, rel kereta api tersebut menuju ke Sulawesi Utara (Sulut), menyusuri pantai barat Pulau Sulawesi. ”Sebelumnya, saya sebagai koordinator para Gubernur Sulawesi mengajak untuk ke Rusia. Mereka sudah menyetujui rencana pembangunan rel kereta api ini,” tutur Anwar. Sementara untuk pembangunan jalan arteri,Anwar mengaku sudah siap dengan anggaran sebesar USD90 juta.

Dana yang bersumber dari pinjaman lunak pemerintah China tersebut sudah ada di Bappenas. Tender internasional proyek ini akan dilakukan terbuka dan akan dilakukan pada Oktober 2012.Sehingga pada awal 2013, jalan tersebut sudah mulai dikerjakan. Awalnya, kata Anwar, pembangunan jalan sepanjang 102 kilometer ini dibagi dalam tiga tahap.Yakni dari Kecamatan Tapalang Barat, Mamuju dan Pelabuhan Belang-Belang.

“Namun akhirnya cukup dua tahap saja, yakni dari Rangas ke Pelabuhan Belang-Belang dan Rangas ke Kecamatan Tapalang Barat,”ungkapnya. Dibangun dari Rangas ke Belang-Belang, lanjut Anwar, karena jalur yang melalui Bandara Tampa Padang ini lebih padat. Lonjakan arus lalu lintas dari tahun ke tahun meningkat drastis dibandingkan jalur Rangas,Kecamatan Tapalang Barat.

Rabu, 06 Juni 2012

Unit Tindak Pidana Korupsi

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Palopo mulai menyelidiki kasus Bantuan Keluarga Miskin (BKM) untuk pelajar kurang mampu sebesar Rp2,8 miliar yang diduga diselewengkan. Penyelewengan dana ini diduga terjadi pada dua tahun anggaran yakni 2009 dan 2010. Dana untuk siswa SMA/SMK ini setiap tahunnya disalurkan sebesar Rp1,4 miliar yang dianggarkan pada APBD Palopo.

Dana disalurkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Palopo. Kapolres Palopo, AKBP Muh Fajaruddin mengakui, pengusutan dugaan korupsi pada dana BKM ini merupakan tindak lanjut dari surat pengaduan Forum Komunikasi Guru (FKG) ke Polres dan ditembuskan ke Polda Sulselbar di Makassar.

“Kami masih lidik perkara ini.Memang ada surat pelaporan masuk kepada kami sehingga dilakukan penyelidikan,” ujar Kapolres, kemarin. Berdasarkan laporan ke Polres, dana BKM pada dua tahun anggaran itu tidak sampai ke siswa miskin yang berhak. Namun yang dinilai aneh adalah sejumlah kepala sekolah penerima dana telah membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada Pemkot Palopo.

Kapolres mengatakan, sejauh ini penyidik masih mengumpulkan data dan keterangan dari sejumlah pihak, terutama kepada sekolah tingkat SMA/SMK se-Kota Palopo sebagai sekolah sasaran dana BKM. Beberapa kepala sekolah telah dimintai keterangan. “Kami masih membutuhkan pendalaman perkara ini sebelum melakukan upaya lebih jauh,”kata Kapolres. Dana BKM merupakan dana subsidi iuran komite bagi pelajar kurang mampu tingkat SMA/SMK di Palopo yang dianggarkan Rp65.000 per siswa.

Setiap tahun anggaran, dana BKM dialokasikan sesuai jumlah siswa miskin yang diajukan setiap sekolah ke Disdik. Alokasi anggaran BKM 2009 dan 2010, masing-masing dianggarkan Rp1,4 miliar.Namun, sesuai temuan FKG Palopo bersama LSM,dana BKM sudah dua tahun anggaran tidak disalurkan kepada seluruh sekolah penerima dana BKM.

“Kami telah melakukan investigasi di beberapa SMA/- SMK, ternyata benar dana BKM ini tidak disalurkan kepada siswa miskin yang berhak. Beberapa kepala sekolah juga mengakui dana ini tidak disalurkan,” kata Koordinator Barisan Antikorupsi (Bakar Korupsi) Palopo,Yertin Ratu.

Menurut dia, pihaknya bersama FKG telah melayangkan surat pengaduan dana BKM ke Polres Palopo dan ditembuskan ke Polda Sulselbar untuk ditindaklanjuti. “Kami siap membeberkan temuan investigasi kami, jika dibutuhkan penyidik. Surat pengaduan kami ke Polres baru sebatas laporan agar polisi melakukan penyelidikan,”katanya.

Yertin menambahkan,dana BKM diduga diselewengkan karena laporan penyaluran dana ini telah diajukan ke Pemkot, sebagai laporan pertanggungjawaban setiap sekolah. Namun kenyataannya, dananya tidak disalurkan kepada siswa. “Sekolah sebatas membuat laporan pertanggungjawaban penyaluran dana BKM, tetapi dananya tidak pernah disalurkan sesuai peruntukkannya. Kalau kepala sekolah tidak memberikan keterangan yang jelas kepada penyidik, maka mereka bisa juga tersangkut perkara korupsi dana BKM,”kata Yertin.

Kepala Disdik Palopo M Yamin membantah dana BKM selama dua tahun anggaran itu tidak disalurkan kepada siswa. Menurutnya, dana itu disalurkan per triwulan . Pada 2010, kata dia, sebanyak 1.300 siswa SMA/SMK kurang mampu, baik dari sekolah swasta maupun negeri, mendapatkan bantuan dana ini. “Bukti-bukti pencairan dan penyaluran dana kami lengkap. Kai siap memberikan data- data itu ke polisi,” ujar dia kemarin.

Selain dana BKM yang diduga bermasalah, penyaluran dana pendidikan gratis di Disdik Palopo juga telah masuk ke ranah hukum. Bahkan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo telah menetapkan dua tersangka yakni Kepala Disdik Muh Yamin dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Ridwan. Modus penyelewengan dua kasus dana pendidikan ini diduga serupa.
 
 
Copyright © 2015 Catatan Online All Rights Reserved
Hari Agustomo Nugroho